Kalah Judi 846 Juta Rupiah Semalam, Pemain Liga Inggris ini Akhirnya Bertobat

Kalah Judi 846 Juta – Pemain Liga Inggris yang membela Crystal Palace, Andros Towsend menceritakan masa lalunya yang kelam. Towsend pernah kehilangan 46 ribu poundsterling dalam satu malam karena judi sepakbola. Ia mengakui sanksi dari FA Inggris yang menyelamatkan karier dan masa depannya.

Towsend menceritakan dirinya kecanduan surgawin dalam beberapa tahun lalu. Ini di sebabkan stress karena di pinjam klubnya, Tottenham Hotspur dan rasa bosan dari aktivitasnya.

Towsend pun di kenakan denda 18 ribu pounds dan hukuman skorsing dari FA karena melanggar aturan taruhan.”Hukuman itu mengembalikan saya ke dunia nyata,” kata Townsend kepada Players ‘Tribune.

“Saya benar-benar mengkhawatirkan masa depan karier. Ketika hal yang kamu cintai dalam hidup dapat diambil darimu, itu mengubah perspektif Anda.”

Dia bercerita awalnya pada saat dirinya di pinjamkan ke Birmingham dan ia berada di sebuah hotel dan saat itu sebelum semifinal play-off Championship, kasta kedua Liga Inggris dia tidak tidur pada malam itu dan selalu melihat teleponnya untuk melipatgandakan taruhannya.

Saya mungkin satu-satunya anak dalam sejarah yang kehilangan 46 ribu pounds berbaring di tempat tidur pada Rabu malam di Blackpool,” tambahnya.

Towsend pun mengapresiasi FA yang memberikan hukuman kepadanya dan dia pun mulai tampil konsisten di Liga Inggris. Untuk memastikan tidak mengulangi hal tersebut, Towsend saat ini memiliki konseling untuk kecanduan judi yang dia alami.

“Itu tidak hanya menyelamatkan karier sepakbola saya, itu juga mungkin menyelamatkan saya sebagai manusia,” jelas pemain yang sempat merasakan kostum Timnas Inggris tersebut.

“Itu membuka mata saya pada kemungkinan bahwa benar-benar berbicara kepada seseorang tentang apa yang saya alami sesuatu yang harus dilakukan.”

“Aku tidak menceritakan kisah ini untuk seluruh dunia. Aku menceritakannya untuk orang-orang di luar sana yang sedang mengalami masalah seperti saya. Mereka yang tertekan, tersesat, dan berjuang melawan kecanduan,” tutur pesepak bola kelahiran 16 Juli 1991 itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *